Tore Up mengusung hardcore metal sejak 2021. Gaya mereka jelas: keras sekaligus agresif yang terasa saat dipindahkan ke media rekam maupun ketika tampil secara langsung—dan mereka jauh lebih hidup saat momen ini.
Sejak merilis “Drowning / Nothingness”, disusul “Dispose” dan “Suram”, Tore Up terus
membangun identitas mereka sebagai band yang punya karakter suara. Signature yang nantinya mudah dikenali.
Identitas itu menebal di album Amentia yang rilis Sabtu (6/6/2026). Album berisi 8 track yang dirilis di bawah naungan label Futura Records Asia itu tidak hanya memperdengarkan musik yang mereka tatah sejak bertahun-tahun tetapi juga ide kesehatan mental yang mereka suarakan dengan lantang.
Album yang rilis bertepatan dengan Men’s Mental Health Day itu merupakan rangkuman dari bertahun-tahun pengalaman, pergulatan, serta diskusi para personel, baik secara pribadi maupun bersama sebagai sebuah band. Melalui album ini, Tore Up melontarkan banyak hal tentang berbagai problematika dalam diskursus mental di masyarakat Indonesia.

“Karya ini menjadi pengingat bahwa gangguan kesehatan mental adalah sesuatu yang nyata dan bisa sangat mematikan justru karena ia sering kali tidak terlihat di permukaan,” tulis mereka dalam rilisan pers.
Hanry Marshall (vokal), Ami Novrian (gitar), Naufal Perdana (gitar), Suvahdrian (bass), dan Fiorel (drum) menegaskan bahwa memecah kesunyian dan membicarakan isu ini adalah hal yang sangat krusial dan tidak boleh lagi dianggap tabu.
Proses rekaman dilakukan secara organik selama berbulan-bulan di Studio 37 Tangerang da Funhouse Project Studio Bandung. Mereka berkolaborasi dengan Mustika Kamal (W.A.I.T/BILLFOLD/CVNDY Music) yang memberikan warna lain sekaligus menambah
kedalaman di album ini.
Untuk urusan visual, artwork Amentia digarap Riza Prawiro dari Godplant. Ia menerjemahkan tema kerentanan dan kompleksitas pikiran manusia ke dalam
bentuk visual. Sementara karakter suara akhir dibentuk melalui proses mixing &
mastering Muhammad Zain (Past Fiction) di Mozz Project Studio Bali dengan bobot audio yang jernih.









Leave a Reply