Sebagian besar band baru menatah cara agar lekas teridentifikasi pendengar hari ini. Jalur yang mereka tempuh berbeda. Gassandra, band rock anyar asal Jogja ini memilih jalan yang tidak biasa dalam konteks musik hari ini sekaligus ‘mengganggu’.
Blueprint: Arcadia adalah single kedua. Mereka masih mengusung modern rock laiknya lagu perdana. Blueprint: Arcadia mengedepankan lirik dan lontaran vokal yang ditempel sejak awal sampai akhir. Padat.
Mereka tidak memberi kesempatan pendengar beristirahat untuk memproses makna. Deretan larik meluncur terus. Sebenarnya bukan hal baru. Billy Joel melakukannya dalam We Didn’t Start A Fire ketika menceritakan kronik sejarah 1948-1949 nyaris tanpa jeda. Atau simak It’s the End of the World as We Know It (And I Feel Fine) REM.
Blueprint: Arcadia buat saya bukan sekadar lagu. Ia terdengar seperti racauan seseorang yang muak pada dunia modern dan segala problematikanya. Muak yang memampas kompas moralnya lalu bertanya pada setiap orang yang ia temui , di mana ‘Arcadia’, sebuah tempat utopis di mana para gembala hidup harmonis. Tempat di mana setiap orang tak lagi menjadi mesin-mesin.
Komposisi mereka menjadi hal yang tidak biasa dalam konteks musik hari ini. Pun video musik dengan visual muram yang terkesan menjijikan. Namun, buat saya, apa yang mereka kerjakan di single kedua ini menjadi hal positif di tengah dunia yang memaksa setiap orang untuk tampil estetik. Dari sini saya rasa mereka akan mudah dikenali.






Leave a Reply