Pasukan punk rock oi! Jogja, The Genk, baru-baru ini merilis single baru dalam format video lirik ke saluran Youtube. Seperti lagu-lagu mereka lainnya, Rayakan, berangkat dari rasa frustasi kelas pekerja yang hidup di tengah ancaman pengangguran dan ketegangan—yang dipelihara negara—sosial di sekitar.
Laiknya The Genk yang pendengar kenal, frustasi itu tidak memuai melainkan bermanuver menjadi optimisme. Dan mereka memilih melodi vokal, aksentuasi, untuk memastikan makna cerita sampai atau dirasakan pendengar di bagian larik: asa hidup ini perjuangan dan kepalkan tanganmu dan lantangkan.
Andai mereka tak memberi aksentuasi yang artikulatif, lagu ini akan terkesan datar saja. Namun, mereka tahu betul apa yang harus dilakukan sehingga lagu ini punya nyawa untuk menyerap emosi pendengar.
Bicara video liriknya, mood-nya hidup. Sesuai dengan visual yang dikedepankan The Genk sebagai kolektif musik dan tema lagu. Transisi visualnya—termasuk estetika teks atau tipografi—jelas, efektif, dan logis. Metafor demi metafor disajikan lewat animasi grafis. Dari kemarahan kelas menengah yang terancam punah terhadap keserakahan para politikus.
Dan metafor yang sangat mudah dipahami itu menjadi daya tarik video lirik lagu yang bakal beredar di banyak platform dengar digital dalam waktu dekat. Congrats, The Genk!





Leave a Reply