Rumus Tak Tertulis Alternatif Rock dalam EP Tuesdaysux

Rumus Tak Tertulis Alternatif Rock dalam EP Tuesdaysux

Tuesdaysux merilis mini album yang mengaburkan banyak batas tetapi sesuai kebutuhan.

Tuesdaysux merilis mini album yang mengaburkan banyak batas tetapi sesuai kebutuhan.

Tuesdaysux mengadopsi cara anak-anak muda 80an saat mengambil sisi yang lebih ringan dari rock arus utama lalu menjahitnya dengan lirik berbahasa Indonesia. Sehingga, mini album bertajuk “Merah Muda” ini punya banyak fungsi. Tidak hanya sekadar museum kenangan—terhadap proses musikal mereka—tetapi juga medium membaca zaman.

Kita sama-sama mengetahui bahwa tahun 1980an rock alternatif bercabang menjadi banyak genre. Rata-rata ‘suara’ mereka lebih ringan meski memadukan banyak cabang, dari punk, metal, hard rock, sampai pop yang lama-lama mencapai kesuksesan arus utama.

“Merah Muda” mendapatkan kandungannya dari sana. Termasuk penulisan lirik yang menghindari banyak klise sekali pun bicara romantisme.

Mini album ini punya lima track yang penuh eksplorasi (baca: rumus tak tertulis dari band-band indie rock di luar negeri akhir 80an) suara dan efek gitar sehingga melahirkan kesan mentah. Area vokal juga mendapat perhatian di area produksi, simak ‘Setengah Sadar’ dan ‘Anggap Aku Gila’.

Tak ada benang merah dalam mini album ini. Tata suaranya didesain sesuai kebutuhan lagu, dengan kata lain dari satu track ke track lain berbeda. Namun, di sanalah kedewasaan menampakkan wajahnya: menekan keinginan karena lebih memilih kedewasaan.