Parallel Orbit bukan sekadar single baru yang merepresentasikan musik Nightshift saja. Lagu baru yang rilis 2 Juni 2026 itu memperlihatkan gaya anak-anak ISI Jogja ini dalam menulis lagu.
Mereka menganalogikan tema, dalam hal ini cinta, dengan gejala atau fenomena alam.
Jika di single sebelumnya mereka menganalogikan kecemasan kisah percintaan laiknya gelombang samudera yang tak bisa diprediksi, Parallel Orbit disandingkan dengan mekanisme kosmik.
Tentang cinta dan kemuramannya seperti dua benda langit yang berputar di orbitnya. Saling berdekatan, tapi tidak pernah benar-benar bertemu. Analogi itu diantar lewat aransemen yang dibangun dari rumus tak tertulis dreamy pop.
Komposisi diracik sedemikian rupa untuk membawa pendengar pada perjalanan emosional. Lagu dimulai dengan lambat dan sunyi tanpa ketegangan sonik (klimaks) yang megah. Biasa saja, datar, tetapi ditutup dengan kelegaan menenangkan, laiknya dua orang yang saling mencintai tetapi mengerti bahwa dunia tidak selalu mengantar semua suka.






Leave a Reply