Lawrider: Juni 2008 dalam Nikantara
Foto Lawrider

Lawrider: Juni 2008 dalam Nikantara

Lawrider merilis Juni 2008 bersama video musik kolaborasi Nikantara

Lawrider merilis Juni 2008 bersama video musik kolaborasi Nikantara

Lawrider merilis Juni 2008 bersama video musik yang digarap menggunakan teknik visual animasi. Dalam pesan pendek yang dikirimkan ke musikjogja.id, Lawrider menjelaskan bahwa animasi video musik berjudul ‘Nikantara’ merupakan hasil kolaborasi dengan sebuah PH bernama Tigo.

Video musik dibuka dengan momen konser band Lawrider yang mendatangkan banyak penonton dari latar belakang sosial berbeda-beda. Scene tiba-tiba berpindah ke sebuah hutan (atau tempat suci karena ada totemnya) yang menjadi tempat pertarungan seekor kera dengan burung garuda.

“Ini adalah kisah tentang perpecahan, luka, dan pertanyaan yang terus menggema: sampai kapan kita akan terus terjebak dalam kebencian? Ini adalah tamparan buat mereka yang menutup mata, sekaligus pelukan buat mereka yang masih percaya akan harapan,” tulis Lawrider.

Tigo yang mengarahkan video musik menggandeng Dafarhnahmd mengelaborasi lalu menatah konsep. Dewa aka Dishonor membuat ilustrasinya, Pizzo merancang desain gerak, kemudian mengalami penyelarasan komposisi visual dan suara di tangan Majid aka Hiulompat.

Dalam Juni 2008, Lawrider tidak hanya membawa ingatan pada tragedi yang melibatkan dua kolektif besar di Monas. Lagu ini juga memuat pandangan dan pesan terhadap aksi-aksi intoleran di sekitar. Hingga saat ini, tulis mereka, intoleransi antarumat beragama masih ada. Entah itu pembubaran umat yang sedang beribadah, penolakan pembangunan tempat ibadah oleh kalangan tertentu, dan lain sebagainya.

“Lalu, apa bedanya kita saat ini dengan kejadian yang hampir dua dekade sudah terjadi. Gak ada maju majunya! Tujuan kami merilis single ini adalah untuk meracuni orang-orang yang masih berfikir fasis, intoleran dan antikritik,” tutup Lawrider.