Ya begitulah vibes Fesmo. Semuanya sudah hepi sejak gerbang ‘dibuka’. Apalagi tema talksnya menyenangkan dibahas. Super penting, nggak hanya buat Gen Z tapi juga untuk semua kalangan. Dua tema yang dibicarakan di depan kawan-kawan yang udah mager buat beranjak dari kursi lipat itu adalah sejarah dan musik.
Sejarah datang lewat pembahasan buku berjudul 32 Tahun Menjarah Alam yang ditulis A.S. Rimbawana, Dihan Amiluhur, dan Putro Wasista. Topiknya ternyata relevan dengan situasi saat ini, di mana bencana demi bencana datang tanpa henti di Indonesia. Seolah itu bencana alam, tapi dalam obrolan intim itu, yang terjadi sebenarnya adalah bencana sosial.
Sebab, bencana ekologi yang kita saksikan bahkan alami hari ini bukan kebetulan atau terjadi tiba-tiba. Penyebabnya panjang. Kroniknya dilacak sejak Orde Baru (Orba) ‘menjual’ gunung di Papua lalu mengelola ekologi dengan cara yang sama selama tiga dekade lebih. Yang terburuk, meninggalkan metode atau warisan serupa hingga saat ini.
Nah, dalam talks itu ternyata 32 Tahun Menjarah Alam mengupas kebijakan politik yang mengonversi alam menjadi mesin uang bagi segelintir orang yang meninggalkan luka untuk banyak orang lainya. Bangke!

Setelah itu tema ke-2 datang. Arsita Pinandita (Cherrypop), Gerfian Riandra (Hectic Creative), dan Prakoso Mukti (Jawara) dipandu Alit Jabangbayi yang tag team sama Patub (Letto) ngobrolin soal festival musik hari ini di sekitar.
Pintu masuknya pertanyaan sederhana: kenapa ya masih ada festival musik di tengah ekonomi yang lagi berantakan begini?
Festival musik, dalam realita kekinian, punya fungsi psikologis yang jauh lebih penting dari hiburan semata. Ia menjadi semacam ruang jeda psikologis, tempat orang-orang keluar dari tekanan, mengatur ulang emosi, bertemu orang lain, dan merasakan bahwa hidup tidak seluruhnya berisi tagihan, pekerjaan, kecemasan, dan ketidakpastian. Dan setiap festival musik punya ekspektasi sekaligus cita-citanya sendiri.
Begitulah sore itu. Talks keduanya bikin emosi naik turun. Isi talks memang bikin mikir tapi hepi dapat banyak informasi dan pandangan terhadap peristiwa di sekitar.






Leave a Reply