In Inertia tampil di CAN Festival di Zhoushan, Tiongkok, 18 April 2026 mendatang. Mereka menjadi satu-satunya band Asia di luar band dan musisi tuan rumah yang akan bergabung dengan line up fantastis macam The Jesus and Mary Chain, Balmorea, sampai Caroline.
Masuknya In Inertia dalam deret penampil festival yang menjadi titik penting perkembangan musik independen di sana itu sebenarnya tidak mengejutkan. Pasalnya, mereka punya banyak pendengar—yang tumbuh secara organik—di Tiongkok.

Selain itu, album mereka masuk ke daftar album post-rock teratas di platform seperti Xiaohongshu. Fakta lainnya, banyak penggemar dari negeri tirai bambu itu rela terbang ke Jakarta hanya untuk menyaksikan In Inertia secara langsung.
CAN Festival dikenal sebagai salah satu festival musik alternatif yang berfokus pada spektrum post-rock, shoegaze, ambient, hingga musik eksperimental. Dengan reputasinya sebagai festival yang memadukan lanskap pegunungan dan pantai. Di landskap itulah In Inertia akan mengenalkan lagu-lagu mereka kepada pendengar internasional secara langsung dengan konteks yang selaras dengan ekosistem festival.
Dengan tampil di Can Festival, In Inertia tidak hanya berdiri di panggung internasional, tetapi juga membuka jalan bagi musik instrumental Indonesia untuk hadir dan diperhitungkan dalam kancah global.







Leave a Reply