Lost In Bloom: ‘Foto’ Lawas yang Harus Disimpan dan Diingat Starrcy
Dok. Starrcy

Lost In Bloom: ‘Foto’ Lawas yang Harus Disimpan dan Diingat Starrcy

Ada band yang besar melalui tepuk tangan. Ada pula yang besar melalui kritik. Dan selalu ada yang tumbuh dari kedua hal itu. Starrcy pun nantinya akan demikian.

Ada band yang besar melalui tepuk tangan. Ada pula yang besar melalui kritik. Dan selalu ada yang tumbuh dari kedua hal itu. Starrcy pun nantinya akan demikian.

Album yang baik adalah album yang selesai. Sebab, ia bisa dipertanyakan. Bisa dibahas lalu didiskusikan. “Last In Bloom”, buat saya adalah album yang demikian. Yang pada akhirnya juga bisa jadi cerminan sebelum Starrcy menemukan diri mereka sendiri. Seutuhnya.

Foto Yuda Pratama, yang merekam jalan lengang di tepi pantai Kamakura, mereka maknai sebagai perjalanan masa muda yang panjang dan luas. Dan setiap perjalanan, pasti punya kelok riwayat yang tidak biasa-biasa saja.

Album ini datang dengan ide yang baik. Mereka ingin membuat lalu mempresentasikan simplifikasi rock dan emo. Musik yang lahir dari kegelisahan, dari peristiwa dan kisah personal yang terlalu besar untuk disimpan sendiri. Mereka ingin suara gitar yang dominan, vokal melontarkan banyak emosi pada dunia.

Di tengah perjalanan yang panjang ini, “Lost In Bloom”, barangkali akan mengantar mereka pada kesadaran bahwa membuat lagu dan membuat rekaman adalah dua perkara yang berbeda. Bahwa emosi yang besar belum tentu terdengar jika tidak ditempatkan dengan benar. Saya kira itu lebih penting daripada sekadar mengatakan bahwa album ini bagus atau buruk.

Saya cukup menikmati album ini terutama di lagu I Dont Hate You December dan Stop Looking For Happiness In The Same As You Lost It meski di track lainnya, ada suara gitar yang terlalu maju. Ada vokal yang seperti berkelahi dengan instrumen lain. Ada drum yang kehilangan ruang. Ada bagian-bagian yang seharusnya menjadi ledakan emosi, tetapi justru terdengar seperti sekumpulan suara yang berebut masuk melalui pintu yang terlalu kecil.

Saya yakin tidak semua karya pertama akan berhasil. Tidak semua band harus langsung menemukan bentuk terbaik dirinya pada album pertama. Sebab benbenan hari ini bukan perlombaan untuk menjadi sempurna sejak hari pertama.

Ada band yang besar melalui tepuk tangan. Ada pula yang besar melalui kritik. Dan selalu ada yang tumbuh dari kedua hal itu. Starrcy pun nantinya akan demikian. Biarlah rekaman ini menjadi semacam foto lama yang tidak perlu disembunyikan.