Ada sebelas lagu dalam album penuh yang dikerjakan bersama banyak produser seperti Fareeq Angkasa, Awal, Awe, Milfarasi, serta Usaha Terbaik Kita (Yabes Yuniawan, Ikhwan Hastanto, dan Lintang Larasati).
Sebelas lagu, yang ketika didengarkan secara berurutan terbaca sebagai cukilan Five Stages of Grief Elisabeth Kubler. Ada kegilaan, frustasi, amarah, tawar-menawar (negosiasi fantasi dengan kenyataan), sampai penerimaan. Ia bisa terbaca demikian ketika pendengar mengelupasi lagu satu demi satu.

Lirik yang ditulis Tama Yuri meluas, dari gaya dialog ‘aku’ ‘kamu’ yang didesain sedemikian rupa untuk membangun sekaligus agar terasa dekat sampai melankolis seperti larik ‘terkadang aku ingin ada hujan agar tangis tak ketahuan’.
Aransemen musik—kecuali dalam track ‘Katanya Rela’—kaya. Punya kedalaman unsur, kompleksitas aransemen, dan variasi suara yang memberi sensasi dengar berlapis-lapis. Dikemas dengan bentuk berbeda-beda pula, dari balada sampai city pop, lalu dilantunkan dengan vokal di area menengah. Artikulatif tetapi sepertinya sedikit butuh upaya ketika turun ke nada rendah.
Yang pokok dari itu adalah keberanian Tama Yuri sendiri. Ia berani membuat album penuh berjudul Biar Aku Dianggap Beruntung ini tanpa memedulikan rumus-rumus populer dunia digital dan menyusunnya sesuai isi hati, tak peduli apakah nanti lagu-lagunya akan dinikmati seperti makanan ringan atau tidak.
Album penuh Tama Yuri rilis 28 Agustus 2026. Selamat mendengarkan.








Leave a Reply