“Pe(r)sona” adalah mini album dibangun dengan energi rock di atas struktur lagu pop yang mudah dicerna. Empat lagu: Kuasa, Bosan, Matcha, Anastesi sepertinya dibuat dalam waktu yang berbeda karena tata suaranya berbeda satu sama lain. Belang. Namun, dalam konteks musik ini, sesuatu yang belang itu bukan perkara yang (cukup) penting.
Band asal Purwokerto ini merekam sejumlah peristiwa yang dekat dengan sekitar mereka. POV jelas, kelas menengah. Tentang para pekerja yang dicueki negara dalam Kuasa, kehidupan yang monoton laiknya mesin pabrik lewat Bosan, pop kultur setempat di Matcha, dan cita-cita ke Anastesi.
Penulisan liriknya mudah dicerna, tidak berusaha puitik tetapi tidak ingin juga terkesan berandalan meski semua yang mereka injeksikan dalam lagu ditemui di jalan. Aransemennya juga tak kalah sederhana. Mengedepankan power chord yang berisik tetapi tidak mengorbankan kejernihan vokal. Layering suara dalam Bosan enak didengar.
The Stack juga menaruh sekian hook dalam lagu agar lagu-lagu itu tak dingin ketika dibawakan secara langsung. Dengan kata lain, mini album ini menarik untuk disimak meski genre seperti ini menjamur di mana-mana berkat kejujuran The Kick dan kawan-kawan. Namun, dalam realita saat ini, mau sama atau berbeda itu tidak jadi soal.







Leave a Reply