Malas mendengarkan ‘Gangsta Flow’ MOR G aka Raihan Morgan feat Janvis karena alasan fonetik adalah kesalahan besar. Pasalnya, lagu ini tidak bercerita atau merekam kehidupan gangster yang penuh kekerasan—sekalipun ditutup dengan suara tembakan.
Tidak pula merujuk merujuk pada geng jalanan yang jualan narkoba buat flexing atau seseorang yang bergaya hidup kriminal dalam konteks subkultur hip-hop di Amrik sana. ‘Gangsta Flow’ adalah lagu mekanisme bertahan hidup. MOR G dan Janvis mendaur ulang makna gangsta menjadi simbol ketangguhan bertahan hidup di dunia yang selalu mengantar luka.
Saya menangkap kesan itu setelah menyimak dua perspektif. Dari Raihan yang memapar caranya bertahan hidup dari luka masa lalu. Kemudian dari kerentanan yang dibabar Janvis lewat larik ini: Banyak yang bilang dunia ini cuma milik pria/Sini lihat Janvis siapa yang punya kuasa. Dan buat saya itu satu pernyataan tebal bahwa setiap manusia berdaulat atas dirinya sendiri.
Beat yang mereka usung sedikit mengingatkan pada rap pantai timur. Mereka memperluasnya menjadi lagu rap realistis dengan pop yang komersial dengan menyisipkan part untuk koor bareng saat ‘Gangsta Flow’ dibawakan secara langsung. Dengan kata lain, keduanya tidak hanya membangun lagu ini untuk murni untuk didengar di DSP saja.







Leave a Reply