Ismam Saurus belum kehabisan balada. Kali ini ia melepas ‘Jauh dari Rumah’. Diproduseri Iksan Skuter. Direkam di Kuaetnika Jogja. Kolaborasi yang menghasilan balada intim yang naratif sekaligus reflektif.
Narasinya jelas: rindu. Disusun dengan lirik yang mengajak pendengar merogoh memori kolektif sekaligus mendefinisikan ulang sepi, sunyi, dan rindu. Mereka menyisipkan instrumen gesek untuk memperhangat lagu, trik yang buat saya berhasil mengantar gambaran seperti ini:
Kesepian bukan soal tak ada orang. Sepi adalah ketika wajah-wajah di sekelilingmu berubah menjadi tembok. Saat orang-orang mematung dan menjadi dingin. Ketika percakapan hanya gema. Ketika kota yang ramai terasa lebih sunyi dari makam di lereng gunung.
Teknologi tak mampu mencerabut sepi, sunyi, juga rindu. Sebab, kita semua butuh api, kepastian. Yang bisa mencairkan kebekuan dalam dada masing-masing. Pulang adalah jawaban. Ke rumah, tempat di mana kita boleh lemah tanpa ditertawakan. Boleh gagal.
Saya mendapat kesan Iksan Skuter dan Ismam benar-benar bekerja keras untuk lagu ini. Barangkali agar Ismam tidak terdengar seperti Iksan, Iwan Fals, atau Ebiet G. Ade meski tak bisa dipungkiri ingatan juga akan mengarah ke sana.






Leave a Reply