Albert Gerson Unfinit (semoga jiwanya terus bercahaya di surga) atau yang dikenal dengan Black Finit, mengenalkan saya dengan Orkes Kampung Wangak sebelum dia perform di sebuah bar bilangan Jalan Magelang beberapa tahun lalu. “Kau harus ikut pesta sesekali,” ajaknya.
Kali terakhir menikmati musik yang lahir dar semangat masyarakat Maumere, Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) ini ketika kolaborasi dengan Gerson. Kalau tidak salah judul lagunya adalah “Tanah”. Itu sudah beberapa tahun lalu. Dan kali ini dapat kabar baik, Wangak yang kini menetap dan berkarya di Jogja sudah sampai generasi ke-6.
Dalam konteks budaya Maumere, ‘Wangak’ berarti hujan disertai badai dan banjir. Metafor, betapa riuh dan tak terbendungnya pertunjukan mereka di atas panggung. Dengan kata lain, Wangak adalah pesta yang seolah membuat dunia berputar lebih cepat!
Wangak tidak bisa dikategorikan ke dalam satu aliran tunggal. Wangak adalah persilangan antara musik etnik tradisional Maumere, semangat keroncong perantau, dan energi pesta kampung yang dipadatkan dalam satu panggung.
Wangak menerjemahkan semangat ritual itu ke dalam pertunjukan modern, dengan tujuan membangkitkan kegembiraan, solidaritas, dan penghargaan yang lebih dalam terhadap warisan budaya.
Dari sisi tempo dan feel, irama musik Wangak mayoritas sangat cepat dan yang paling membedakan gaya musikal Wangak dari ensembel etnik lain adalah apa yang disebut peneliti sebagai “Maumere groove”.

Groove itu merujuk pada karakteristik irama musik yang khas, dinamis, dan energetik yang berasal dari daerah Maumere. Digerakkan oleh Teren Bas yang diletakkan di atas tanah dan berfungsi sekaligus secara ritmis maupun harmonis mendorong energi seluruh ensembel dari bawah ke atas.
Proses aransemen mereka tidak didikte satu orang, melainkan tumbuh dan berkembang. Bayangkan betapa nikmatnya jamming, di mana setiap instrumen hidup satu per satu. Wangak berusaha menyajikan musik etnik khas Tanah Maumere mulai dari alunan nada, syair, hingga koreografi untuk memberikan gambaran tradisi, adat-istiadat, budaya, serta pola kehidupan sosial orang Maumere.








Leave a Reply