Moctar adalah bab baru sekaligus menutup era bernama Kopibasi yang berjalan selama kurang lebih 15 tahun. Dan mereka tidak setengah-setengah. Tidak sekadar ganti nama, ganti kulit. Setidaknya itu yang saya baca dalam “Periodik” yang rilis baru-baru ini.
Sebuah album penuh yang memberi tahu wujud teraktual dari kawanan yang menempatkan puisi sebagai medium efektif dalam menceritakan sejarah. Dan kata ‘sejarah’ tentu saja tidak merujuk pada peristiwa besar saja. Ia luas dan bisa sangat privat sekali.
Dan album ini, memang memuat itu tetapi bukan pula soal pasang surut perjalanan Moctar. “Periodik” turut memperlihatkan sisi komersil yang tak terlihat dalam Kopibasi. Pivotnya masih sama: puisi, tetapi diantar lewat aransemen musik dan visual yang jauh lebih cerah dan terkonsep.
Moctar, buat saya, benar-benar menjadi sesuatu yang hangat di album ini. Mereka tidak lagi sedingin es. Mereka dicairkan perasan musik yang dibangun usai menjelajahi area psychedelic funk tepi barat Afrika—yang pernah sedikit menggoncang dunia tahun 70 sampai 80an. Era di mana The Funkees, Sonny Okusuns, sampai Amanaz memperkaya landskap musik modern dengan injeksi budaya setempat.
Album ini diproduseri lalu disebarkan di bawah bendera Buku Akik Records. Dhandy Satria (Catpaws Lab) menata lalu menyelaraskan suara yang didesain mendekati karakter produksi musik soul tahun 60-70an.






Leave a Reply