Sunflower dan Bagaimana EP Goddes of Fire Terbaca

Sunflower dan Bagaimana EP Goddes of Fire Terbaca

Pendekatan EP ini eksperimental. Menyenangkan. Hanya saja tata suaranya tidak benar-benar mengusik.

Pendekatan EP ini eksperimental. Menyenangkan. Hanya saja tata suaranya tidak benar-benar mengusik.

Mini album Sunflow, “Goddes of Fire” terbaca sebagai medium senang-senang sekaligus bodo amat. Mereka mengaburkan batas antara marah dan sabar. Tenang dan gaduh. Bahkan pop dan metal.

Mereka membuka mini album dengan Agni. Track yang merepresentasikan cover album bergambar Dewi Kali. Di track pertama pula pendengar mendapat pemahaman mengapa Sunflow menamai mini album mereka dengan wujud lain dari kemurkaan Parvati itu.

Salmon Mentawai Rice Bowl dikemas untuk memicu mood pendengar. Di sinilah pengaburan batas itu dimulai. Sunflow memasak emo, trance, sampai metalcore yang populer dua dekade lalu. Tidak hanya lewat aransemen tetapi juga dalam lirik.

Saya terkesan dengan bragging vokal Verra di track Goddes Of Fire. Dari clean, scream, sampai satu dua. Formula Mentawai Rice Bowl mereka ulang dalam Cha Cha Cha (Sunverse) yang menyelipkan banyak elemen synth ‘klasik’ kemudian menjadi pop yang hangat. Terakhir, Red Line yang ditutup boombap.

Sunflow memang membangun lalu menatah elemen di dalam setiap track dengan pendekatan eksperimental. Hanya saja, tata suaranya—entah disusun dengan pendekatan sama atau tidak—terkesan sopan. Tidak mengusik sedikit pun. Namun saya yakin keika dibawakan secara langsung, lagu-lagu mereka masih moshingable.