Skena musik elektronik di Indonesia, terutama Jogja, tak pernah patah. Setiap musisinya punya daya eksplorasi besar dalam menjelajahi banyak area. Sehingga, jangan heran bila skena musik elektronik, dari underground sampai pop, terus berkembang dan berkecambah ke mana-mana.
SVFFER salah satunya. Produser sekaligus DJ yang berbasis di Jogja itu terus bergerak. Tidak hanya mempertebal kultur musik elektronik di kota yang menolak mati ini dengan banyak aktivasi kolektif, ia juga merilis album penuh bertajuk “Bright Colour” baru-baru ini. Sebuah album konseptual dengan intensitas tinggi berisi pengalaman musikal sekaligus personal.
“Album ini merepresentasikan perjalanan personal dan artistik yang mencerminkan perkembangan sound dan kehidupan melalui bassline berat, atmosfer gelap, serta struktur tinggi untuk ruang rave yang hectic,” tulisnya dalam rilisan pers.
Album memuat sembilan track dengan intensitas tinggi. SVFFER merancangnya dengan cermat. Memadukan tekstur gelap dengan bassline berat. Ekletik, memeras estetika dari banyak zaman lalu menyajikannya sedemikian rupa sehingga pendengar akan menangkap kesan modern. Dengan kata lain terus mendorong eksplorasi musiknya.
“Setiap track berfungsi laiknya sebuah bab sedangkan album ini dirancang untuk klub, gudang, dan kerumunan larut malam. Ini langkah penting dalam perjalanan,” sambungnya.
Tidak hanya selesai di sana. SVFFER dan rekan-rekannya bakal menggelar release party album di Arcadaz 7 Februari 2026 mendatang. Perayaan itu bukan punya SVFFER sendiri, sebab Samrei yang telah merilis mini album juga bakal menyebarkan energi yang sama, dengan kata lain perayaan akan menjadi double release party. Selain itu perayaan juga bakal diramaikan para performer seperti Rarawk, Berlin, dan Fun Gun.
SVFFER sendiri adalah musisi elektronik yang kerap melakukan pendekatan bass yang keras dan penuh energi berfokus pada dubstep dan drum & bass. Ia berakar kuat di skena underground setempat yang aktif mendorong sekaligus meramaikan gigs bass music di Jogja. Seniman musik yang berada di bawah label Ravehead Cultura Record itu juga juga kerap terlibat dalam banyak aktivasi bersama kolektif Clandestin dalam mempresentasikan gelombang baru musik elektronik.









Leave a Reply