Someday, Someday: Ketika Remaja Dipaksa Dewasa Lebih Cepat
Bleu Sunday

Someday, Someday: Ketika Remaja Dipaksa Dewasa Lebih Cepat

Seperti Unicorn, Bleu Sunday harus lebih terukur sekaligus cermat dalam mempresentasikan suara.

Seperti Unicorn, Bleu Sunday harus lebih terukur sekaligus cermat dalam mempresentasikan suara.

‘Someday, Someday’, single terbaru sekaligus medium perkenalan band bernama Bleu Sunday ini terdengar seperti hasil kontemplasi remaja yang dipaksa dewasa lebih cepat. Mereka dipaksa mengerti, bahwa dunia tidak bisa menerima semua suka. Tema yang tampaknya dekat dengan dunia remaja saat ini—yang lekat dengan ukuran-ukuran di media sosial.

Tema yang mereka usung punya potensi besar untuk diterima para pendengar hari ini. Cenderung berani juga dalam merepresentasikan musik dengan model tata suara yang ‘aneh’ dalam konteks lagu pop hari ini. Suara vokal jauh di depan sedangkan musiknya terkesan tergopoh mengejarnya.

Jika yang mereka lakukan adalah eksperimen penyulingan sekaligus penempatan suara, sebenarnya bukan perkara baru dalam konteks pop. Hal serupa juga pernah dilakukan Unicorn, band Indie Rock—pada masanya—Jepang di beberapa lagu. Terkesan mengganggu tetapi lama kelamaan menjadi daya tarik tersendiri. Dengan catatan, Bleu Sunday mampu mengukur kebutuhan kolektif terlebih dahulu.

Blue Sunday sendiri terbentuk tahun 2026. Rifqi (drum), Raka (bass), Dika (gitar), dan Avi (vokal & gitar) terinspirasi dari spektrum musik alternatif dan indie lintas era. Single ini diproduksi secara mandiri dan menjadi langkah awal Bleu Sunday membangun mini album.