Trik Sequencing dalam Mini Album Aesthetic City Club

Trik Sequencing dalam Mini Album Aesthetic City Club

Trik yang jarang digunakan dalam pembuatan sebuah mini album.

Trik yang jarang digunakan dalam pembuatan sebuah mini album.

“Kaleidoscope” adalah mini album yang baik. Aesthetic City Club tidak hanya membangun lagu dengan struktur pop komersil yang tidak membosankan. Mereka juga membangun kerekatan dengan teknik sequencing yang asyik, terutama di track empat dan lima.

Blossom, Zephyr Heart, Sweet Summer Dream, Tanda, dan Low Tides Reverie menyilangkan nostalgia pop disko 70an dengan teknologi digital tahun 90an. Yang menarik lagi, mereka tidak terlalu banyak memeras saripati era Studio 54.

Blossom, track pembuka mini album ini, merekayasa estetika synth masa silam ke dalam formula pop modern. Lagu yang terkesan klasik (dalam konteks disko) itu dilanjutkan Zephyr Heart yang menciptakan dorongan dansa. Lantas datang Sweet Summer Dream yang ceria.

Kecenderungannya sedikit berubah. Kompasnya masih disko 90an yang diwakili elemen suara kibor tetapi dibangun dengan keyakinan indie pop yang kuat. Selanjutnya, Tanda, yang berlirik Indonesia. Pendekatan komposisi dan tatahan elemennya sepertinya sama seperti track sebelumnya. Sayang tata suara drumnya tak terlalu bertenaga.

Low Tides Reverie menutup mini album. Jika diperhatikan, kalimat-kalimat dalam lead gitar hampir serupa dengan Tanda. Buat saya, trik ini menarik karena menciptakan pengalaman audio linear pada pendengar (dengan catatan didengar berurutan) meski samar dan harus didengar berulang.