Buat apa sih sebenarnya tanaman dan sertifikat yang diberikan Waggigs pada penampil di setiap episodenya?
Pertanyaan itu terjawab ketika kolektif yang dibangun Damon “Paduka yang Mulia” dan kawan-kawan lainnya itu merayakan hari jadi pertama beberapa waktu lalu. Sertifikat dan tanaman itu adalah simbol yang melampaui kebutuhan setiap musisi yang main. Yang tidak terjaring algoritma.
Saya mengamati Waggigs sejak lama. Sejak event itu dianggap menjadi medium ekspresi band-band Jejepangan di Jogja saja. Lambat laun, di setiap episodenya, mereka berubah wajah. Kadang malam dipenuhi dengung gitar yang liar, kadang pop yang pelan seperti orang sedang mengaku dosa.
Di kesempatan lain, dentuman elektronik mengajak tubuh bergerak tanpa sempat berpikir, lalu bulan berikutnya tak ada lagi garis merah atau batas. Kekacauan menjadi hal yang menyenangkan. Dirayakan.

Mereka membiarkan semua genre dan musisinya hidup dalam ruang yang sama, sebab hidup sendiri tidak pernah tumbuh dari satu warna saja. Ada idol yang ramai, jazz yang kesepian, hip-hop dan punk yang marah, bahkan tradisi yang tabah. Semuanya datang membawa cerita dari jalan hidup berbeda.
Waggigs hadir ketika dunia sudah terlalu sibuk menghitung besar kecil. Menakar untung rugi. Mereka, sepertinya hanya ingin menjaga sesuatu yang sederhana: merawat perkawanan dan keyakinan. Sehingga, setiap pertemuan adalah cara paling jujur untuk memastikan bahwa kita saling mengenal, masih sempat tertawa di tengah hidup yang makin sulit dipercaya.
Di ruang-ruang itu, kita belajar bahwa persahabatan tidak dirawat lewat janji-janji besar. Ia hidup dari hal-hal kecil: membantu mengangkat amplifier, menunggu teman selesai soundcheck, berbagi batang rokok, atau tinggal lebih lama hanya untuk membereskan kabel setelah semua penonton pulang.

Musik hanyalah alasan. Yang sebenarnya mereka rawat adalah manusia-manusia di dalamnya. Dan tanaman adalah metafornya. Karena merawatnya sama halnya merawat ingatan yang lahir dari malam-malam panjang yang mereka siapkan.
Mungkin, suatu hari kolektif ini akan selesai. Kota berubah, menjadi jauh lebih baik atau malah membusuk. Orang-orang tumbuh tua, sebagian pergi mencari hidup yang lebih layak. Tapi setidaknya Waggigs pernah mengajarkan sesuatu. Lewat gigs yang sederhana itu, mereka membangun ruang agar perbedaan tidak menjadi jarak, dan agar perkawanan tidak mati diam-diam.
Selamat ulang tahun, Waggigs!!








Leave a Reply