Debarbar: Info A1 Album Solo Jimi Multhazam
Foto: Richardus Ardita

Debarbar: Info A1 Album Solo Jimi Multhazam

Dengerin Bareng-bareng (Debarbar) episode 246 bareng Jimi Multhazam. Digelar di Asmara Coffee Tirtodipuran, Jimi memperdengarkan sepuluh lagu dalam album terbaru yang bakal rilis dalam waktu suka-suka.

“Soalnya artworknya belum, masih nyari-nyari. Ntar juga dalam bentuk fisik lah, tungguin aja pokoknya,” kata Jimi dalam talks Debarbar.

Sepuluh lagu dalam album solonya itu rupa-rupa warnanya. Pendengar nggak perlu banyak mikir atau mencari benang merahnya. Soalnya, Jimi bikinnya benar-benar sesukanya. Namun, kata ‘suka-suka’ jangan diartikan sembarangan atau serampangan. Bukan simsalabim jadi. Dan itulah yang diobrolin di Debarbar.

Jimi Multazham di Debarbar 246 (Foto: Richardus Ardita)

Debarbar percaya bahwa lagu atau karya bukan perkara bunyi, visual, dan sederet kata gantinya saja. Jimi menangkap itu lalu bicara tentang album solo yang dia kerjakan selama beberapa bulan dengan kawan tongkrongan pilihannya. Kata ‘suka-suka’ di sana merujuk pada ukuran dalam kepala Jimi. Dengan kata lain, nggak mengikuti hukum tak tertulis saat bikin lagu.

Fondasinya elemen perkusi hiphop tahun 80an. Zaman di mana DJ Kool Herc, Afrika Bambaataa, dan Grandmaster Flash dicemburui para orangtua penyintas perang. Era ketika musik Karibia, dan rekaman—sampling bahkan—funk dan soul yang diputar di pesta-pesta anak-anak muda komplek. Waktu-waktu saat Crazy Legs, anggota legendaris Rock Steady Crew memopulerkan b-boying di New York dan ‘membimbing’ banyak penari, termasuk Septian Dwi Cahyo.

Beat dan elemen di era itu ia satukan dalam perasan bunyi dari musik-musik yang menemani Jimi tumbuh sampai saat ini. Hasilnya adalah album yang cukup menyegarkan telinga. Bagi Gen X dan milenial, mungkin sangat nostalgia. Bagi Omrobo sangat Manchester. Bagi Athonk Sapto Raharjo, imersif.

“Enaknya diputar di klub secara intim,” komen Athonk yang kemudian diiyakan Jimi.

Obrolan nggak hanya seputar album solo. Masih banyak yang dibicarakan dalam Debarbar yang dipandu Desta ‘tanpa Vincent’ Wasesa itu. Lengkapnya dengerin podcast Debarbar di Spotify saja. Rencananya diunggah Senin 9 Februari 2026. See yaa!!