Melihat segi artistik sampul Belukar racikan Nastypiz yang menggambarkan Rockindoc, Bigtrutha, dan Friki bersantai di semak belukar bersama mobil biru berlatar kehancuran kota sangat mudah untuk menebak bahwa album kolaborasi ini punya chillin vibes mengusung beat suka-suka.
Mereka menyuguhkan hip-hop santai. Meracik sampel kemudian menyajikannya dengan hangat. Membangun soul/lo-fi yang atmosferik sampai vibes tongkrongan bermodal gitar kopong sederhana.
Dengan kata lain, dari track pertama sampai terakhir, sejak ‘Belukar’—ditengahi ‘Skittttt’, ‘Kodak’, ‘Selatan’—hingga ‘Pamit’ cukup reflektif: nostalgik-melankolis, setidaknya untuk mereka sendiri.
Lirik yang ditulis oleh Rockindoc dan Bigtrutha di album itu sederhana saja. Tidak ada yang bombastis. Sesekali mencubit, tetapi dikemas sehingga minim risiko. Tema lagu-lagu kaya, dari keluarga sampai lingkungan tempat mereka tumbuh dan dewasa.
Buat saya, Belukar, menjadi kesatuan—dari visual, tema, tata suara—yang ringan sekaligus menyenangkan didengar sambil chill bakar rokok dan scrolling medsos mantan.





Leave a Reply