Havinhell merilis album penuh di Big Stone Society beberapa waktu lalu. Power Punk judul albumnya. Ika Zidan, Rangga, Naomi, dan Astarina Dian juga membagikan video musik dan memperdengarkan lagu baru hasil kolaborasi dengan Serigala Malam ke kawan-kawan yang memenuhi area lapang Big Stone.
Perayaan kemarin adalah momen penting buat mereka. Mereka menyingkap banyak peristiwa masa silam yang nyaris memampas nyawa selama belasan tahun. Menjawab pertanyaan-pertanyaan dari kawan-kawan media dengan lugas dan apa adanya.
Dan dalam perayaan yang diantar gerimis kemarin saya menangkap sesuatu yang lebih besar. Tentang perkawanan dan persahabatan mereka yang tumbuh dua dekade sebelum pandemi. Malam itu Havinhell adalah pintu masuknya.

Saya sudah lama mengenal Havinhell. Perjalanan mereka sulit. Havinhell pernah tenggelam dalam sepi yang panjang. Di luar sana, dunia musik bergerak cepat. Algoritma lebih berkuasa dari keringat, mendorong nama Havinhell ke pinggir percakapan. Tetapi barangkali memang di pinggir itulah mereka diuji: apakah musik hanya tentang tepuk tangan atau perkara keyakinan—dalam bunyi.
Barangkali di malam-malam sunyi itu ada perdebatan, khususnya dalam dada Ika Zidan. Mungkin ada lelah sekaligus godaan mengakhiri dengan kalimat pendek. Namun Havinhell memilih kalimat yang jauh lebih pendek sekaligus keras kepala: lanjut!!
Dan ketika album penuh itu akhirnya rampung, ia tidak terdengar seperti pembuktian pada dunia. Ia terdengar seperti surat panjang kepada kawan-kawan yang tak pernah pergi. Mereka yang tetap datang meski penonton tinggal belasan. Mereka yang percaya bahwa kesetiaan jauh lebih penting dari popularitas.
Perayaan album kemarin bukan pesta yang gemerlap. Ia adalah pertemuan hangat, keringat bercampur pelukan, nyanyian yang dinyanyikan bersama tanpa perlu dihapal. Di sana, Havinhell tidak sedang bercakap-cakap di atas panggung sebagai seniman, melainkan sejajar sebagai teman seperjalanan. Mereka tahu betul: tanpa orang-orang itu, kebangkitan hanya gimmick. Dan momen itu jauh lebih penting dari apa pun.









Leave a Reply