Histeris, agresif, mentah, dan punchy. Barangkali itulah yang bisa saya tangkap dalam tiga lagu Passive Income: Babibu Bebop!, Ethical Crisis, Funky Pogo Anjing via surel. Mereka langsung menuju pokok masalah. Diselesaikan dengan berisik. Dengan hantaman chord berpasir!
Wok The Rock (Yes No Wave Music) dan Imam Senoaji (DOM65) bersama Uma Gumma, Rudy Atjeh (Sangkakala, Punkasila), serta Ramberto Agozalie (Wusa/Zoo) akan merilisnya secara bertahap dalam format video lirik ke Instagram Reels, TikTok, dan YouTube Short pada 7, 14, dan 21 April 2026 di kanal Dugtrax Records.

Setelah itu, seperti yang disampaikan melalui siaran pers, Passive Income sedang mengembangkan tiga lagu lainnya yang nantinya akan dirangkum bersama tiga lagu sebelumnya dalam format EP. Album mini ini akan dirilis digital oleh Dugtrax Records secara unduh-bebas di situsweb, Subvert, dan Digital Streaming Platform. Rencananya Juli 2026.
Lagu-lagu Passive Income sendiri merupakan perluasan dari Dasela, band grunge asal Madiun yang pernah direkam tahun 1994-1996. Wok, tulis Dugtrax, merupakan salah satu anggota Dasela yang ia bentuk saat SMA bersama teman-teman dan saudara sepupunya: Koes Pambudi, Alfonsus, Kristanto, Kulup, dan Arief (sekarang vokalis-gitaris band punk Blinksatan asal Surabaya).
“Band tersebut terinspirasi oleh Sonic Youth, Faith No More dan Nirvana. Meskipun pada saat itu belum mengenal punk dan hip metal, lagu-lagunya memiliki nuansa hardcore punk yang kental. Bahkan hip-hop dan grindcore. Passive Income mencoba mengelaborasi keunikan musik ‘90an Dasela dengan konteks di era 2020an. Tiga lagu Dasela digubah secara bebas hingga tercipta lagu yang berbeda,” tulis Dugtrax.
Catatan:
Dugtrax Records adalah label musik yang mulai beroperasi pada tanggal 14 Februari 2018, dengan fokus pada musik punk dan turunannya, dan telah menaungi karya-karya dari DOM 65, Sukatani, B.O.A.R., The Glad, Viva City, Sakarin, Amok, dll. Sebagai sub-divisi dari Yes No Wave Music, label ini juga merilis dalam format digital sebagai demokratisasi karya musik yang bebas untuk dibagi dan digubah sehingga menunjang pengembangan karya dan akses yang inklusif.







Leave a Reply