Swara Soul Beri Nyawa dan Tubuh Baru Katalog Lawas
Dok. Swara Soul

Swara Soul Beri Nyawa dan Tubuh Baru Katalog Lawas

Proyek ini adalah upaya sekaligus tanda bahwa Swara Soul tak mau dimakan linimasa begitu saja!

Proyek ini adalah upaya sekaligus tanda bahwa Swara Soul tak mau dimakan linimasa begitu saja!

Saya percaya usia lagu lebih panjang dari penulisnya. Masalahnya, apalagi dalam realita kekinian, adalah penulisnya harus melakukan berbagai cara dan upaya untuk memperpanjang usia karya. Linimasa bergerak terus, cepat, lalu membakar sekaligus melumat segalanya.

Swara Soul, grup musik instrumental asal Jogja, tampaknya paham benar risiko benbenan di era digital saat ini. Sehingga, memberi tubuh sekaligus nyawa baru untuk katalog lawas mereka.

Dalam rilisan pers yang dikirimkan ke musikjogja.id, Fariz, gitaris Swara Soul membeberkan tubuh dan nyawa baru itu. Adalah, “The 360 Evolution”, sebuah seri audio-visual yang memberi interpretasi baru pada materi lawas yang mereka pilih.  Dari total delapan video yang dirancang untuk dirilis bertahap, dua episode telah lebih dulu tayang,” tulis Fariz.

Tonton The 360 Evolution di SINI!

Dok. Swara Soul

Swara Soul percaya diri dengan format live session yang lebih dekat, tajam, dan imersif itu. Sebab, produk audio visual itu berbanding lurus dengan konteks musik mereka di mana tiap komposisi bekerja seperti sketsa: spontan, ringkas, tetapi tetap berbobot.

“Akan menjadi pengalaman yang lebih dekat dengan ruang performa sesungguhnya seolah pendengar berada di dalam ruangan, menyaksikan musik itu terbentuk dari interaksi nyata antarpemain,” sambungnya.

Dua episode yang telah dirilis menjadi pintu masuk bagi publik untuk memahami arah proyek ini. Alih-alih sekadar mengulang materi lama, Swara Soul memilih membaca ulang karya-karya mereka sendiri: melihat kembali apa yang masih hidup di dalamnya, lalu menerjemahkannya ke format yang lebih relevan dengan cara mereka bermusik hari ini. Dari sana, enam episode berikutnya akan dirilis bertahap sebagai bagian dari kampanye yang menekankan konsistensi, kedekatan, dan evolusi artistik.