Persinggahan demi Persinggahan Bemandry Melahirkan Ku Kira?

Persinggahan demi Persinggahan Bemandry Melahirkan Ku Kira?

Setiap perjalanan dan persinggahan memengaruhi cara berpikir dan laku seseorang. Pun Bemandry dalam menatah setiap elemen dalam lagu ini.

Setiap perjalanan dan persinggahan memengaruhi cara berpikir dan laku seseorang. Pun Bemandry dalam menatah setiap elemen dalam lagu ini.

Saya masih ingat betul percakapan terakhir dengan Bemandry ketika dia masih tinggal di Jogja. Kami bicara strings section yang malah memakan kisah dan vokalnya di lagunya saat itu. Setelah itu, ia menempuhi riwayatnya sendiri. Singgah sebentar dari satu kota ke kota lain.

Saya percaya setiap perjalanan akan mempengaruhi proses musikal seseorang. Lebih jauh lagi, kedewasaannya dalam berpikir. Pun Bem, begitu kawan-kawan menyapanya. Proses dan kedewasaan itu ia injeksi dalam lagu-lagu terbaru termasuk Ku Kira? yang sudah dirilis ke banyak platform dengar digital.

Komposisi musik dalam lagu pop terbarunya ini buat saya matematis. Bem, yang memproduseri lagunya sendiri ini, sistematis dan akurat dalam meletakkan elemen strings dalam aransemen sehingga menambah dimensi emosional musik yang mengantar tema: kenangan ke pendengar.

Liriknya juga mengalami pendewasaan sekalipun belum cukup tajam di area stilistika. Setidaknya, pendengar mudah menangkap pesan yang Bem lontarkan dalam lagu sepanjang tiga menit dua puluh sembilan detik itu.

Mungkin bisa mewakili sekaligus menjadi penanda kecil dalam hidup seseorang. Sebuah monumen sederhana untuk perasaan yang pernah besar. Ia berdiri bukan untuk dikenang terus-menerus, melainkan untuk dilewati—sebagai tanda bahwa kita pernah singgah, lalu belajar pergi.

Dari sini, Bem akan melanjutkan perjalanannya. Sebab Ku Kira? adalah satu dari sekian palang batas yang ia buka menuju album penuh nantinya.