Nyalakan Lagi: Medium Lajur Kiri Belajar, Tumbuh, dan Bersenang-senang
Dok. Lajur Kiri

Nyalakan Lagi: Medium Lajur Kiri Belajar, Tumbuh, dan Bersenang-senang

EP ini adalah medium mereka melepas penat. Wadah bicara apa saja sekaligus portal yang membawa mereka ke banyak kemungkinan.

EP ini adalah medium mereka melepas penat. Wadah bicara apa saja sekaligus portal yang membawa mereka ke banyak kemungkinan.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), lajur kiri adalah jalur memanjang, dengan atau tanpa marka jalan, yang memiliki lebar cukup untuk dilewati satu kendaraan. Lajur kiri digunakan kendaraan berkecepatan rendah. Dengan kata lain buat mereka yang mau berkendara dengan santai.

Definisi itu sepertinya turut menjadi fondasi Lajur Kiri, band pop rock asal Jogja buat saat ngeband. Santai, slow down, jangan sampai tergopoh lalu terantuk batu saat berkarya. Pelan-pelan saja, nikmati prosesnya. Apalagi dalam situasi seperti sekarang, di mana semua orang bekerja keras demi bertahan hidup.

“Di tengah rutinitas kerja yang padat dan monoton, muncul keinginan sederhana, bermain musik lagi, tanpa target, tanpa tekanan, hanya untuk bersenang-senang,” tulis mereka dalam rilisan pers yang dikirimkan ke musikjogja.id beberapa waktu lalu.

Ide Paul (gitar) dan Vembi (bass) direspon Falin (vokal) dan Icunx (drum) dengan semangat serupa. Mereka menulis lagu, memilih sound design, lalu rekaman. Tidak ada hal yang mewah dalam prosesnya. Selama rekaman, Lajur Kiri mempertahankan keseerhanaan. Menjadi orang-orang yang apa adanya. Memeras apa yang mereka lihat dan rasakan di sekitar memanfaatkan apa yang ada.

Hasilnya, mini album bertajuk “Nyalakan Lagi”. Mereka merilisnya ke platform dengar lalu merayakannya di jantung kota, di Pool Bar Aveta Hotel Malioboro. Beberapa lagu menceritakan ingatan masa kecil—hal-hal sederhana yang membentuk siapa mereka hari ini. Di antara itu semua, ada juga cerita tentang cinta untuk seseorang yang pergi dan lagu khusus yang mereka dedikasikan untuk klub sepak bola di Jogja.

Hampir tak ada yang spektakuler dalam mini album mereka. Namun, dari sanalah terpancar kesederhanaan dan kejujuran Lajur Kiri. Dan itulah yang pokok. Sebab, mini album ini adalah medium mereka melepas penat. Wadah bicara apa saja sekaligus portal yang membawa mereka ke banyak kemungkinan.

“Kalau lagu-lagunya bisa jadi teman di waktu senggang, di perjalanan, atau sekadar nemenin hari yang lagi capek, itu sudah cukup buat kami,” sambung mereka.

Ke depan mereka bahkan mengatakan akan terus berkarya tanpa banyak tekanan. Pelan-pelan membangun relasi, memperluas pertemanan, dan tetap menjaga semangat untuk bermusik. Ke depannya, apa pun bentuknya rilis lagu baru, manggung, atau kolaborasi mereka ingin menjalaninya secara alami dan konsisten.

“Kami percaya proses iniadalah langkah awal. Kami akan terus belajar, berkembang, dan membiarkan musik ini tumbuh bersama waktu,” kata Lajur Kiri.