Danesa Lempar Single dengan Tata Suara ‘Nyeleneh’
Dok. Danesa

Danesa Lempar Single dengan Tata Suara ‘Nyeleneh’

Dalam konteks pop, apa yang mereka lakukan bersama Damar Puspito bisa dibilang agak beda.

Dalam konteks pop, apa yang mereka lakukan bersama Damar Puspito bisa dibilang agak beda.

Danesa melempar ‘House’ ke pendengar baru-baru ini. Daya hantar lagu yang dirilis bersama video lirik ke kanal Youtube ini berbeda dengan lagu-lagu mereka sebelumnya. ‘House’ terasa lebih eksperimental, terutama di area produksi.

Pendengar diseret dalam kekacauan—dalam konteks pop—dari hitungan pertama sampai 1:42. Tata suaranya lebih lebar, kasar, barbar di bagian drum dan gitar tetapi terukur Matematis. Coba dengarkan via Youtube Music, ada perbedaan yang signifikan ketimbang mengujinya via spotify.

Saya merasa Danesa tengah bereksperimen dalam ‘House’. Mereka ingin suara yang berperan sebagai oposisi biner. Bagaimana membikin shoegaze yang bukan shoegaze. Dream pop yang bukan dream pop. Noise rock yang bukan noise rock. Dengan kata lain sedikit menjauh dari hukum tak tertulis yang membelenggu.

Romantisme tak harus diantar lewat aransemen musik yang terkesan romantis. Kesedihan tak perlu diantar lewat akor minor pun sebaliknya. Danesa seperti sedang keluar dari pakem-pakem macam itu.

Tata suaranya digarap Damar Puspito. Dalam konteks pop sedikit mengganggu tetapi atas nama eksperimen semuanya sah-sah saja. Bahkan saya yakin Danesa—atas nama eksperimen—tidak sedang mengejar statistik. Barangkali serupa Jai Paul dalam ‘Jasmine (Demo)’ atau Napoleon XIV di pertengahan 60an yang gaya produksi musiknya mendapat banyak kritik tetapi terus dibicarakan sampai sekarang.