Single Broddyfae terbaru, Trash Talk, eklektik. Lagu itu sepertinya dibangun dari fragmen budaya yang mencerminkan sikap beragam terbuka. Yang kaya. Mengambil yang disukai tanpa terpaku pada satu sistem saja (Hiphop) sehingga menghasilkan kombinasi harmonis.
Lagu yang dirilis bersama video musik (tonton di kanal Youtube Broddyfae) ini bermain kode. Broddyfae memeras esensi pantun nasihat lalu melantunkan larik: Macam kau menulis surat di malam gelap/Dangkal arti hurufnya banyak salah tak kena/Jaga-jaga langkahmu jauhkan dari silap/Jika masih terlena sebelahmu bencana/ dengan kesan melayu kental.
Ghaitza Rama dan Tengkorak Beats mengambil alih ‘rasa’ melayu itu ketika Broddyfae beralih logat ke bahasa Inggris lalu mendorong lagu puncaknya. Sehingga, Trash Talk terasa ketat, padat, dan melengkapi satu sama lain.
Temanya? Sosial. Dari lirik yang ditulis, ide mereka tersampaikan dengan jelas. Bahwa di era sekarang, sampah sebenarnya adalah mereka yang memosisikan diri menjadi pusat dunia sekaligus komentator atas hidup orang lain di dunia digital dan sebenar-benarnya alam sekitar.






Leave a Reply