Genderang Kehancuran: Hajatan Penting The Peal
Hafiz Ariftama/Octa Agus Fathoni

Genderang Kehancuran: Hajatan Penting The Peal

Lima aktivasi ramah skena dibabar dalam hajatan bertajuk “Genderang Kehancuran” Itu.

Lima aktivasi ramah skena dibabar dalam hajatan bertajuk “Genderang Kehancuran” Itu.

The Peal bikin hajatan merayakan album penuh “Kehancuran” di Buaian Coffee & Service beberapa waktu lalu. Hajatan bertajuk “Genderang Kehancuran” yang dihadiri banyak kawan-kawan dan pendengar musik di Jogja itu punya empat aktivasi dalam satu waktu.

Pertama, pameran yang memajang karya para perupa di lingkar terdekat sampai terjauh The Peal. Ada artwork print, foto, bendera, merch, setlist, stiker, visual motion dalam tv tabung, dan zine.

Kedua, live painting Fleaaura yang dimulai sejak sore. Perupa asal Gunungkidul itu turut menginterpretasi visual terhadap The Peal dan lagu-lagu mereka ke atas kain lebar. Proses kreatifnya dua arah, sehingga pengunjung pameran tidak hanya mendapat pemahaman atau interpretatif The Peal saja tetapi juga Fleaaura.

Hafiz Ariftama/Octa Agus Fathoni)

Tiga, live sablon by Chester Studio sekaligus rilis merch. Empat, spinning bareng Sidha Skandal dan Individu Urban aka Nico Okada. Lima, sesi dengar album “Kehancuran” dan talks bersama pendengar dalam ruang pameran. Selama sesi dengar, pendengar yang sudah lama menemani The Peal tidak hanya melempar kritik tetapi juga ekspresi.

Usai mendengar ‘Gelanggang/Kalah’ misalnya, seorang pendengar mengungkapkan bagaimana lagu tersebut adalah medium untuk mengungkapkan ekspresi sekaligus emosi yang lahir dari pengalaman hidupnya. Ia seorang atlet tenis yang berani menerabas banyak batas lalu berjuang keras tetapi belum disambut nasib baik. Dan lagu The Peal benar-benar mewakilinya.

Lima aktivasi itu digelar sejak sore hingga malam. Usai merayaannya dengan cara paling intim bersama kawan dan rekan-rekan, The Peal membabar Showcase yang memperlihatkan mereka adalah gelombang yang bakal menyapu Jawa ke depannya.